mm.png

Menulis , kali ini topik yang akan saya bahas dan sekaligus menjawab pertanyaan dari beberapa teman yang bertanya bagaimana bisa menulis puisi, cerpen, dan menulis kolaborasi dengan baik di tengah-tengah kesibukan rutinitas harian.

Soal menulis saya sendiri tidak terlalu pintar dalam menyusun kata karena saya bukan seorang sastrawan, tapi saya memiliki cara bagaimana saya bisa menulis. Diawali dengan kegemaran saya membaca, dari sana saya bisa menulis dan menyusun kata. Sehingga menjadi sebuah hobby, meskipun di tengah kesibukan, saya masih tetap bisa menulis. Maka dari itu jangan males membaca, apa lagi saat blogwalking dilihat dari judulnya lantas lompat ke kolom komentar, meninggalkan komentar tapi entah apa yang dikomentari, ada artikel tentang hosting, tapi komentarnya tentang domain, artikel puisi, komentarnya download, dll, hehehe.

Menulis, tidak harus menekan ataupun memeras otak kita, karena jika kita paksakan, maka tulisan kita pun tak akan enak dibaca. Sebab itu, berilah ruang dan waktu agar otak kita bisa berpikir dengan sendirinya dan akan menghasilkan ide-ide yang mengalir.

Sehingga tulisan yang kita tulis pun enak dibaca. Ide itu datang sewaktu-waktu, dan jika tidak segera kita tulis, maka ide akan hilang bersama dengan kesibukan kita. Nah, di bawah ini cara saya menulis;

1. Menulis puisi:

Puisi, ini hal yang sangat mudah untuk ditulis dan cara menyusun bait-bait kata pun tidak serumit yang kita bayangkan. Caranya, cari sebuah kejadian di sekeliling kita, entah itu kita melihat kupu-kupu yang unik, melihat status fb teman yang lagi galau ataupun yang lagi senang, sebaris kata bisa dikembangkan dengan berbagai tulisan puisi. Menulis puisi bukan harus kejadian yang kita alami sendiri, namun kita bisa menulis dengan suatu kejadian yang kita pernah lihat.

2. Menulis cerpen:

Ini tak jauh beda dengan menulis puisi, cuma bedanya kita harus menulis panjang sesuai cerita yang akan kita tulis, memberi konflik, dialog, agar jalannya cerita berjalan lancar dan tersusun rapi.

3. Menulis kolaborasi:

Menulis ini bisa dibilang susah juga bisa dibilang senang. Kok bisa begitu? Ya, tentu bisa karena kolaborasi kita harus seiring sejalan dan sama-sama bisa keluar dari zona. Zona yang dimaksud di sini ialah kita harus iklas tulisan narasi yang kita tulis di edit oleh teman kolaborasi, dan otomatis tulisan itu akan berbeda dari segi penyusunan kata (alur cerita tetap sama), karena dua orang yang menulis. Setelah selesai menulis kita harus sama-sama membaca dan apabila sudah ada kesepakatan maka tulisan kolaborasi dinyatakan siap diterbitkan. Mudah kan?

4. Bagaimana kita bisa menulis di tengah kesibukan?

Di mana kita ada ide atau jam istirahat gunakan untuk menulis, dan tulislah apa yang ingin kita tulis di draf email, atau aplikasi seperti dropbox, wps office, atau aplikasi lain yang kita punya.

Setelah kita memiliki waktu luang untuk menulis, lihat dan baca yang sudah kita tulis dan kembangkan sehingga menjadi tulisan cerpen, puisi ataupun artikel. Dengan begitu kita akan tetap bisa menulis. Bahkan sesibuk apapun kita masih bisa memanfaatkan sedikit waktu untuk menulis.

Sebenarnya menulis ini sangat mudah untuk dilakukan jika di hati kita ada niat menulis, jangan ragu untuk menulis apa yang kita pikirkan, karena tulisan dengan pemikiran sendiri akan menjadi tulisan unik. Ketika kita membaca ulang di situ kita akan merasakan sesuatu yang lain dari apa yang kita tulis, dan tentunya kita pun harus rajin membaca.

Kemudian setelah kita selesai menulis, kita harus membaca ulang dan kita harus berperan Sebagai pembaca bukan sebagai penulis. Kenapa? Karena jika kita sebagai penulis maka kita tidak bisa melihat dengan teliti ataupun melihat kesalahan pada tulis sebab di otak kita masih menyatu dengan tulisan tersebut. Sedangkan Sebagai pembaca; kita akan merasakan adanya kejanggalan ataupun kekurangan dalam alur tulisan kita, bahkan kita akan menemukan tulisan yang tidak seharusnya ada diposisinya. Dan dari situ kita bisa memperbaiki kekurangan atau kelebihan kata yang kita tulis. Nah, itulah cara saya menulis, sekali lagi saya bukan seorang sastrawan tapi saya hanyalah seorang yang hobby menulis. Semoga bisa dipahami dan syukur-syukur bisa diambil hikmah dan manfaatnya.

Salam sukses dan keep writing!