Assalamualaikum Wr.Wb.

url.jpg

Unduh-Film.heck.in - Orang yang pendendam senantiasa menginginkan orang lain menderita juga, seperti dirinya. Bahkan, penderitaan yang diinginkan melebihi dari penderitaan yang ia alami. Seorang pendedam biasanya tidak memiliki dasar agama yang kuat, begitu pun sebaliknya.

Rasulullah SAW. pernah bersabda tentang sifat dendam. Seperti berikut ini :

Abgadur-rijâli ilallahi aladdul-khasmi. (Rawâhul-bukhâri wa muslim)

Artinya : Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling pendendam. (H.R. al-Bukhari-Muslim/al-Jâmi 'us-Sagîr: 5).

Sifat pendendam merupakan sifat tercela yang dibenci Allah SWT. Sifat ini dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Bagi dirinya sendiri, pendendam akan mudah marah dan hidupnya tidak merasa tenang karena selalu ingin berbuat jahat terhadap orang lain. Adapun ciri-ciri seorang pendendam seperti berikut.

Ciri - Ciri Seorang yang Memiliki Sifat Pendendam :

1). Selalu merasa tidak senang jika melihat orang lain berbahagia. Ia lebih senang jika orang yang dibencinya menderita.

2). Seorang pendendam cenderung ingin membalas kesalahan orang lain melebihi dari kesalahan yang telah dilakukan.

3). Suka memfitnah orang lain dengan memutarbalikkan kata, terutama terhadap orang yang dimusuhinya.

4). Suka menggunjing orang yang dibenci, yaitu dengan menyebarkan aib orang lain dan bahkan melebih-lebihkan aib orang tersebut.

Kalian hendaknya menghindari sifat-sifat yang dapat mengarah pada rasa dendam.

Beberapa Cara Yang Dapat Dilakukan Agar Terhindar Dari Sifat Pendendam :

1). Meningkatkan pemahaman agama.

2). Memupuk dan mempertebal jiwa pemaaf.

3). Memupuk dan mempertebal jiwa sabar.

4). Meningkatkan rasa persaudaraan.

5). Memperdalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

6). Memperkokoh sikap pengendalian diri dan menahan marah.

Adapun firman Allah SWT. yang menjelaskan tentang hal tersebut.

Allazîna yunfiqûna fis-sarrâ'i wad-darrâ'i wal-kâziminal-gaiza wal-'âfîna 'anin-nâs (i). Wallâhu yuhibbul-muhsinîn (a). (Q.S. Âli 'Imrân/3: 134)

Artinya : (Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Âli 'Imrân/3: 134)

Wasalam'ualaikum