rip.png

Apakah kamu tahu makhluk hidup yang paling berbahaya untuk manusia? Apakah ular dengan bisanya yang mematikan, buaya dengan gigitan kuatnya atau singa dengan taring dan cakar tajamnya. Ketiga makhluk hidup tersebut memang masuk dalam daftar 10 makhluk hidup yang paling berbahaya untuk manusia yang akan saya paparkan dibawah.

Tapi, manakah yang menduduki posisi puncak? Ternyatat bukan ketiga makhluk hidup tersebut. Lalu makhluk hidup seperti apa yang lebih berbahaya untuk manusia dibanding singa, ular dan buaya?

Berikut list 10 makhluk hidup yang paling berbahaya untuk manusia yang saya urutkan berdasarkan jumlah korban manusianya.

10. Hiu
hiu.jpg
Top predator laut membuka list ini. Anehnya, walaupun terlihat sangat menyeramkan dan dipersenjatai dengan gigi-gigi tajam hiu hanya membunuh rata-rata 10 orang pertahun. Mungkin ini disebabkan karena habitat hiu jauh dari tempat tinggal manusia pada umumnya. Dibeberapa kasus hiu menyerang manusia bukan untuk dijadikan santapan tapi karena mereka merasa terganggu.

9. Serigala
serigala. jpg
Hewan yang kerap kali hadir di cerita dongeng ini memang jarang terdengar membunuh manusia tapi ternyata faktanya serigala cukup memiliki reputasi sebagai pembunuh manusia dengan korbannya tercatat sebanyak 10 orang pertahun. Serigala adalah hewan liar jadi meski jarang ada berita kasus penyerangan serigala terhadap manusia, kamu harus tetap berhati-hati jika bertemu hewan yang satu ini karena tak ada jaminan hewan ini tak akan menyerangmu.

8. Singa
singa.jpeg
Hewan yang berjuluk Si Raja Hutan ini lebih dikenal anak-anak sebagai makhluk yang baik karena hewan satu ini kerap menjadi tokoh protagonis dibeberapa film kartun. Sayangnya di dunia nyata hewan ini tidaklah seramah seperti di filmnya. Bahkan catatan korbannya lebih banyak 10 kali lipat dibanding hiu. Benua Afrika adalah tempat yang sering terjadi kasus serangan singa terhadap manusia. Kasus penyerangan singa yang paling populer adalah kasus penyerangan dua ekor singa pada tahun 1898 di Kenya. Saking ganasnya, dua ekor singa tersebut dijuluki The Ghost & The Darkness.

7. Gajah
gajah.jpg
Tentu saja gajah membunuh manusia bukan untuk dijadikan makanan karena gajah adalah hewan pemakan tumbuhan. Gajah pun sebenarnya tidak terlalu agresif terhadap manusia hanya saja jika mereka merasa terganggu maka mereka bisa jadi malaikat maut untuk manusia. Bayangkan saja tinggi 3 meter dan berat bisa mencapai 4 ton, sudah dipastikan jika kamu terinjak oleh hewan yang satu ini maka tidak akan ada hari esok untukmu. Rata-rata pertahun gajah membuat tak kurang dari 100 orang kehilangan nyawanya.

6. Kuda Nil
kuda-nil.jpg
Meskipun kuda nil adalah hewan herbivora seperti gajah tapi satu alasan kenapa kuda nil bisa membunuh 500 orang pertahun adalah karena hewan ini memiliki tempramen tinggi. Mereka akan sangat tidak senang jika ada manusia yang memasuki wilayahnya. Mungkin kamu berpikir akan mudah menghindar dari serangan kuda nil karena badan mereka yang besar yang membuat mereka terlihat lambat, eits jangan salah loh walaupun berbadan besar kuda nil bisa berlari dengan kecepatan 20 mil/jam.

5. Buaya
buaya.jpg
Siapa yang tidak merinding jika melihat hewan yang satu ini. Dengan gigi yang tajam mereka benar-benar menjadi puncak rantai makanan di habitatnya. Namun banyak juga spesies buaya yang tidak terlalu berbahaya, bahkan dari 23 spesies buaya yang ada di bumi ini hanya 6 spesies yang dikategorikan sebagai buaya yang berbahaya. Buaya tercatat membunuh 1.000 manusia pertahunnya dan Afrika menjadi tempat dengan catatan serangan buaya terbanyak. Bahkan di Afrika dikenal seekor buaya nil jantan berukuran panjang 6 meter dan berat lebih dari 1 ton bernama Gustave. Kabarnya Gustave sudah membunuh 300 orang. Yang mengerikannya lagi ternyata Gustave diprediksi sekarang masih hidup dan berkeliaran di sungai-sungai di Burundi.

4. Lalat Tsetse
lalat-tsetse.jpg
Lalat? Yah benar, seekor lalat. Bagaimana mungkin hewan kecil ini bisa menduduki posisi ke-4. Lalat tsetse tidak memiliki gigi yang tajam apalagi cakar lalu dengan apa mereka membunuh manusia? Lalat tsetse ternyata adalah penyebar penyakit tidur yang sangat mematikan. Lalat tsetse menyebarkan penyakit ini dengan cara menggigit korbannya. Penyakit tidur (African Trypanosomiasis) sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini banyak ditemui di Afrika dan kabarnya lalat tsetse memakan 10.000 korban jiwa setiap tahunnya.

3. Anjing
anjing.jpg
Ternyata hewan yang sering dijadikan hewan peliharaan ini bisa sangat mematikan. Sebenarnya tidak semua anjing berbahaya, hanya anjing yang terinfeksi rabies lah yang dianggap berbahaya karena ketika seekor anjing terinfeksi rabies maka anjing tersebut akan lebih agresif dan sangat mungkin menyerang manusia. Yang berbahaya dari anjing rabies adalah gigitannya yang dapat menyebabkan penyakit rabies terhadap manusia. Penyakit ini diketahui membunuh 25.000 manusia setiap tahunnya.

2. Ular
ular.jpg
Sepertinya sangat pantas ular menduduki posisi runner up, pasalnya ular memiliki bisa yang dapat membunuh manusia hanya dalam hitungan jam. Untungnya tidak semua ular memiliki bisa tapi ular yang tidak memiliki bisa seperti anakonda dan phyton tetap saja berbahaya karena memiliki lilitan yang luar biasa kuat. Benua Afrika adalah tempat dengan catatan kematian akibat gigitan ular terbanyak karena disana banyak ditemukan ular-ular dengan bisa paling mematikan di dunia. Hewan yang tak memiliki kaki ini dikabarkan membunuh 50.000 manusia per tahunnya.

Akhirnya kita sampai pada posisi puncak. Apakah makhluk hidup yang paling berbahaya untuk manusia? Ini dia jawabannya...

1. Manusia
manusia-berperang.jpg
Kamu terkejut? Wajar jika kamu terkejut karena memang jika dipikir lagi manusia tidak punya bisa, cakar atau gigi yang tajam. Meskipun manusia tidak punya bisa, cakar dan gigi yang tajam tapi manusia punya amarah, keegoisan, hawa nafsu dan dikombinasikan dengan akal pintar dan licik. Kalian inging bukti kalau manusia adalah makhluk yang paling berbahaya untuk manusia itu sendiri? Ini buktinya, Perang Dunia I memakan korban sebanyak 30 juta jiwa, Perang Dunia II memakan korban sebanyak 80 juta jiwa dan pada Pertempuran Ketiga Nanking ditahun 1864 lebih dari 100.000 nyawa melayang hanya dalam waktu 3 hari. Jika bukti dari catatan sejarah kurang memuaskanmu, coba lihatlah konflik yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini. Masihkah kita mau mengelak kalau ternyatat makhluk hidup yang paling berbahaya untuk manusia bukanlah singa, buaya ataupun ular tapi manusia itu sendiri.

Kita (manusia) secara tidak sadar sudah menjadi makhluk hidup yang paling berbahaya di bumi ini bukan hanya untuk sesama manusia tapi juga untuk makhluk hidup lain. Manusia memiliki keegoisan, amarah dan hawa nafsu yang mungkin lebih besar dari makhluk hidup lain.

Singa, buaya dan hiu mungkin memiliki penampilan yang lebih menyeramkan dari manusia tapi pada kenyataannya manusia ternyata lebih kejam dibanding hewan-hewan tersebut. Hiu tercatat hanya membunuh 10 manusia pertahun sedangkan manusia diketahui membunuh lebih dari 20 hiu pertahun, siapa yang lebih berbahaya? Sebenarnya tidak salah memburu hiu tapi dalam jumlah yang tidak terkontrol tentu saja itu bukan hal yang baik dan bisa menyebabkan kepunahan.

Pesan saya dari postingan ini adalah kita sebagai manusia merupakan makhluk hidup yang mendominasi bumi ini jadi sudah selayaknya kita menjaga bumi ini agar masih nyaman ditinggali oleh generasi selanjutnya. Namun sayangnya tak semua manusia mengerti akan hal itu dan berbuat hal-hal yang kurang pantas. Pemburuan liar misalnya, sudah banyak hewan yang dinyatakan hampir punah karena pemburuan liar oleh manusia.

Jika kita sulit toleran terhadap makhluk hidup lain cobalah toleran terhadap sesama manusia. Ironisnya, hanya karena hal sepele banyak manusia saling membunuh satu sama lain. Apakah sulit untuk hidup dalam damai? Ayolah mulai dari sekarang kita rubah identitas manusia sebagai makhluk hidup yang berbahaya menjadi makhluk hidup yang cinta damai. Satu langkah awal untuk mewujudkannya adalah dengan cara menahan amarah dan hawa nafsu kita.

Sumber : https://regencipedia.blogspot.co.id